Aku memang sosok yang bagi banyak orang cukup memikat hati, banyak lawan jenis yang mendekatiku ada yang hanya sekedar berkenalan, ada yang ingin berteman bahkan ada juga yang menginginkan lebih dari sebatas teman, aku harus mampe menjaga hatiku karena salah sedikit aku akan membuat seseorang sakit.
Suatu saat aku menyukai seseorang yang kuanggap pantas untuk kukasihi dengan baik, waktu demi waktu aku semakin dekat dengan dia dan aku merasa ketika aku menyampaikan perasaanku, tidak diragukan lagi aku akan diterima olehnya, aku harus membuat sebuah moment yang tepat untuk semua ini, momen yang akan aku abadikan selamanya kalau takdir memang memihakku.
Aku sering berbagi cerita dengan temanku tentang dia yang selama ini aku kagumi, aku selalu menceritakan dia dengan nama samaran dan bukan nama asli, hingga suatu saat temanku berkunjung kerumahku dia mau berbagi cerita juga denganku tentang seorang wanita yang sudah dari dulu dia kagumi, dia bercerita dengan begitu semangat dan disertai dengan cerita-cerita yang membuatku merasa empati, perjuangan temanku untuk perempuan yang ia kagumi sangat membuatku terharu, temanku adalah orang yang setiap pekan di undang untuk menghibur dan menyanyikan lagu kesukaan dari ibu perempuan yang ia kagumi, karena seringnya ia bertemu dengan anak wanita dari ibu tersebut ia pun jatuh hati dan ingin memilikinya, dan nyatanya wanita yang temanku masud adalah wanita yang aku ganti dengan nama samaran ketika aku bercerita pada temanku.
Tapi aku tetap pada pendirianku untuk mengutarakan isi hatiku pada wanita pujaanku itu, mulailah aku susun sebuah acara istimewa untuk wanita yang ingin aku jadikan kekasih tersebut, aku juga menjadikan temanku untuk mengisi acaraku sebagai pembawa lagu, dan pada malam yang telah aku rencanakan, aku undang wanita itu dan temanku.
"Sahabat adalah orang yang pernah bersamaku dalam suka maupun duka, acara ini aku persembahkan untuk sahabatku yang malam ini akan menyampaikan perasaannya kepada sahabatku juga" aku membawakan acara tersebut.
Temanku sangat bahagia karena cintanya diterima oleh pujaan hati yang selama ini ia selalu ucap lirih dalam setiap doanya, tentang aku kebahgiaanku tak harus memiliki salah satu di antara mereka kalau bisa keduanya aku akan sangat bahagia.
(Kisah sebelumnya: Kamu alasan aku yang paling aku terima)
[Cianjur, 08 Juni 2008]
Bagikan
Kupilihkan Temanku Untuk Bersanding Bersamamu
4/
5
Oleh
Unknown

