Kamu itu bagai air bukan badai yang mengalir walau lamban namun seperti alunan gemericik sungai yang menentramkan, bukan saja aku yang kau buat terpana namun semua kau sihir bagaikan tak ada lagi yang harus dipuja, mungkin sempurna aku tak bisa menyebutmu seperti itu karena tetap saja Tuhan Masasempurna.
Kamu adalah alasanku untuk tetap bahagia walau kadang mentari pagi tak seindah biasanya, menyapa hangat disetiap bayangku dengan hanya senyumu yang manis, menatap dalam padaku mengukir lukisan indah yang kelak akan kita ceritakan bersama berdua menghabiskan waktu di senja dan pagi buta.
Kamu tahu bagaimana rasanya teriris luka yang tak nyata, kamu sungguh tega meninggalkanku kala aku sedang jatuh cinta padamu, berharap ukiran kisah kita selama ini menjadi prasasti nyata yang akan kita jadikan momen terindah, itu semua sirna karena kamu telah menghancurkannya. (Read: Pemuja rahasiamu berharap kau tahu)
Kenapa baru saat ini kamu jujur bahwa disana ada seorang yang telah kamu pendam dalam untuk menemanimu, salahku juga kenapa selama ini aku memujamu berlebih berharap dengan tak ada harapan selain kamu, hatiku terluka karena sikapmu yang tak pernah aku sangka, aku pilih sendiri untuk saat ini hingga tiba saatnya ada yang mampu mengobati luka-luka ini.
[Sarijadi, 14 April 2011]
Kamu adalah alasanku untuk tetap bahagia walau kadang mentari pagi tak seindah biasanya, menyapa hangat disetiap bayangku dengan hanya senyumu yang manis, menatap dalam padaku mengukir lukisan indah yang kelak akan kita ceritakan bersama berdua menghabiskan waktu di senja dan pagi buta.
Kamu tahu bagaimana rasanya teriris luka yang tak nyata, kamu sungguh tega meninggalkanku kala aku sedang jatuh cinta padamu, berharap ukiran kisah kita selama ini menjadi prasasti nyata yang akan kita jadikan momen terindah, itu semua sirna karena kamu telah menghancurkannya. (Read: Pemuja rahasiamu berharap kau tahu)
Kenapa baru saat ini kamu jujur bahwa disana ada seorang yang telah kamu pendam dalam untuk menemanimu, salahku juga kenapa selama ini aku memujamu berlebih berharap dengan tak ada harapan selain kamu, hatiku terluka karena sikapmu yang tak pernah aku sangka, aku pilih sendiri untuk saat ini hingga tiba saatnya ada yang mampu mengobati luka-luka ini.
[Sarijadi, 14 April 2011]
Bagikan
Karena Hati Yang Terluka Kupilih Sendiri Untuk Saat Ini
4/
5
Oleh
Unknown

